PENGARUH MEDIA IKLAN, DAN KUALITAS PRODUK
TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU PEMBELIAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pengetahuan tentang perilaku konsumen merupakan kunci dalam merencanakan suatu strategi promosi yang baik. Konsumen merupakan asset perusahaan yang paling berharga, sehingga diperlukan usaha untuk menciptakan sekaligus menjaga ekuitas tersebut. Perilaku pembelian bagi produsen maupun pengecer, karena merupakan pangsa pasar terbesar dalam pasar modern. Keputusan pembelian karena adanya rangsangan lingkungan belanja yang merupakan implikasi yang mendukung asumsi bahwa jasa layanan menyediakan lingkungan yang mempengaruhi prilaku konsumen. (Marthur and Smith, 1997, 263)
Engel (1994, hal. 4) menyatakan bahwa perilaku pembelian sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendukung dan menyusun tindakan. Konsumen beralih kepada iklan untuk mendapatkan sejumlah informasi. Kecenderungan perilaku pembelian memiliki kepentingan khusus bagi orang karena berbagai macam alasan yaitu berhasrat mempengaruhi atau mengubah perilaku itu, termasuk mereka yang berkepentingan utamanya adalah pemasaran dan perlindungan konsumen serta kebijakan umum. (Lamb, Hair, MC Daniel, 2001, hal. 204)
Gejala masalah yang terdapat dalam kecenderungan perilaku pembelian yaitu :
1. Adanya perbedaan pandangan konsumen dalam membuat keputusan pembelian sehingga timbulnya daya saing dalam memasarkan produk.
2. Terjadinya perbedaan-perbedaan para konsumen terhadap pembelian barang yang dipasarkan.
3. Adanya perbedaan budaya yang dapat mempengaruhi sikap konsumen dan keputusan untuk memilih produk.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian yaitu :
1. Faktor Kebudayaan
Kebudayaan berpengaruh luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen.
2. Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok referensi, keluarga, peranan dan status.
3. Faktor Pribadi
Keputusan seseorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi diantaranya usia dan daur hidup, pekerjaan, status ekonomi,
4. Faktor Psikologis
Pilihan pembelian seseorang juga dipengaruhi oleh 4 faktor psikologis yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan dan sikap.
Gejala masalah yang terdapat dalam media iklan yaitu :
1. Adanya pengaruh keadaan sekitar sehingga mengakibatkan berkurangnya selera konsumen terhadap produk yang sebelumnya diminati tetapi karena adanya pengaruh dari keadaan sekitar (lingkungan) maka selera terhadap produk yang diminatinya menjadi berkurang.
2. Adanya promosi penjualan yang menawarkan berbagai manfaat dari produk sehingga menimbulkan persaingan yang sangat ketat.
3. Adanya pengaruh dari pesan positif dan negatif yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen sehingga menimbulkan dampak dari produk yang ditawarkan. (Philip Kotler, 1998, hal. 256)
Gejala masalah yang terdapat dalam kualitas produk yaitu :
1. Kuantitas produk dalam pemasaran sangat penting, kualitas yang baik dapat meningkatkan minat dan daya jual produk serta menambah intensitas pelanggan.
2. Karena kualitas suatu produk buruk maka akan menurun daya beli konsumen.
B. Identifikasi Masalah
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan perilaku pembelian yaitu :
1. Faktor Kebudayaan
Kebudayaan berpengaruh luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen.
2. Faktor Sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok referensi, keluarga, peranan dan status.
3. Faktor Pribadi
Keputusan seseorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi diantaranya usia dan daur hidup, pekerjaan, status ekonomi,
4. Faktor Psikologis
Pilihan pembelian seseorang juga dipengaruhi oleh 4 faktor psikologis yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan dan sikap.
Gejala masalah yang terdapat dalam kecenderungan perilaku pembelian yaitu :
1. Adanya perbedaan pandangan konsumen dalam membuat keputusan pembelian sehingga timbulnya daya saing dalam memasarkan produk.
2. Terjadinya perbedaan-perbedaan para konsumen terhadap pembelian barang yang dipasarkan.
3. Adanya perbedaan budaya yang dapat mempengaruhi sikap konsumen dan keputusan untuk memilih produk.
Gejala masalah yang terdapat dalam media iklan yaitu :
1. Adanya pengaruh keadaan sekitar sehingga mengakibatkan berkurangnya selera konsumen terhadap produk yang sebelumnya diminati tetapi karena adanya pengaruh dari keadaan sekitar (lingkungan) maka selera terhadap produk yang diminatinya menjadi berkurang.
2. Adanya promosi penjualan yang menawarkan berbagai manfaat dari produk sehingga menimbulkan persaingan yang sangat ketat.
3. Adanya pengaruh dari pesan positif dan negatif yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen sehingga menimbulkan dampak dari produk yang ditawarkan.
Gejala masalah yang terdapat dalam kualitas produk yaitu :
1. Kuantitas produk dalam pemasaran sangat penting, kualitas yang baik dapat meningkatkan minat dan daya jual produk serta menambah intensitas pelanggan.
2. Karena kualitas suatu produk buruk maka akan menurun daya beli konsumen.
C. Batasan Masalah
Batasan variabel dalam penelitian ini yaitu : kecenderungan perilaku pembelian membatasi beberapa faktor yaitu media iklan dan kualitas produk. Dalam media iklan faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu cara penyampaian produk terhadap barang yang dipasarkan, sedangkan faktor yang memperngaruhi kualitas produk yaitu fungsi suatu produk, wujud luar produk dan biaya produk tersebut.
Batasan objeknya yaitu hanya dibatasi pada konsumen seperti masyarakat yang ada di pasar.
D. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam variabel ini adalah :
1. Bagaimana penilaian konsumen terhadap media iklan.
2. Bagaimana penilaian konsumen terhadap kualitas produk yang dipromosikan.
3. Apakah dampak dari kecenderungan perilaku pembelian.
4. Apakah terdapat pengaruh langsung antara media iklan dengan kecenderungan prilaku pembelian.
5. Apakah kualitas produk berpengaruh terhadap kecenderungan prilaku pembelian.
6. Bagaimana penilaian konsumen terhadap media iklan dan kualitas produk terhadap kecenderungan perilaku pembelian.
E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Menganalisis penilaian konsumen terhadap media iklan.
2. Mengetahui penilaian konsumen terhadap kualitas produk yang dipromosikan.
3. Mengetahui dampak dari kecenderungan perilaku pembelian.
4. Mengetahui apakah terdapat pengaruh langsung antara media iklan dengan kecenderungan perilaku pembelian.
5. Menganalisis pengaruh kualitas produk terhadap kecenderungan perilaku pembelian.
6. Mengetahui penilaian konsumen terhadap media iklan, dan kualitas produk terhadap kecenderungan perilaku pembelian.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :
Manfaat teoritis :
1. Guna mendalami masalah yang berkaitan dengan media iklan, dan kualitas produk terhadap kecenderungan perilaku pembelian.
2. Memberikan pemahaman kepada penulis tentang media iklan dan kualitas produksi terhadap kecenderungan perilaku pembelian.
Manfaat praktik yaitu :
1. Memberikan pengetahuan bagi penulis dalam masalah manajemen pemasaran.
2. Sebagai bahan kajian perbandingan antara teori-teori dalam ilmu ekonomi.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kajian Teori
- Pengertian Perilaku Pembelian
Perilaku pembelian yaitu sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusun tindakan. (Engel, 1994, hal. 4)
- Pengertian Media Iklan
Media iklan yaitu sebagai komunikasi non pribadi melalui bermacam-macam media yang dibayar oleh sebuah perusahaan bisnis, atau organisasi nirlaba, atau individu yang dalam beberapa cara terindentifikasi dalam pesan periklanan dan berharap menginformasikan atau membujuk anggota-anggota dari pemirsa tertentu. (Thomas W. Zimmerer, 2002, hal. 176)
- Pengertian Kualitas Produk
Kualitas produk yaitu segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang di tawarkan suatu perusahaan yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tempat / sering dikatakan “sesuai dengan tujuan”. (William, Pereault, JR, 1993, hal. 153).
B. Kerangka Konseptual
Hubungan antara media iklan dengan perilaku pembelian yaitu merupakan suatu hubungan yang sangat erat. Karena tanpa adanya media iklan konsumen tidak mendapatkan sejumlah informasi dan juga nilai hiburannya. Iklan juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari setiap orang dan mempengaruhi banyak pembelian. (Lamb Hair, 2001, hal. 208)
C. Hipotesis
- Media iklan berpengaruh positif terhadap perilaku pembelian.
- Kualitas produk berpengaruh positif terhadap perilaku pembelian.
- Media iklan dan kualitas produk berpengaruh positif terhadap perilaku pembelian.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah untuk mengetahui pengertian terhadap variabel-variabel yang diteliti didalam perusahaan maupun dilapangan sehingga memudahkan didalam penelitian dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
Perilaku pembelian yaitu tindakan-tindakan interaksi dinamis yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi.
Adapun indikator yang dipilih dari perilaku pembelian yaitu :
1. Produk Pilihan yaitu
Sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan pasar targetnya atau segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang ditawarkan suatu perusahaan.
2. Merek Pilihan yaitu
Nama, logo, tanda, atau lambang dan kombinasi dari dua atau lebih unsur tersebut untuk mengidentifikasikan barang-barang atau jasa dari seorang penjual untuk membedakannya dari produk pesaing.
Media iklan yaitu
Cara menjual barang melalui media informasi.
Adapun indikator yang dipilih dari media iklan yaitu :
1. Jangkauan yaitu ukuran persentase orang dalam sasaran yang melihat dan mendengar kampanye iklan dalam periode waktu tertentu.
2. Frekuensi yaitu ukuran beberapa kali rata-rata orang dalam pasar sasaran dalam kampanya iklan.
Kualitas produk yaitu faktor yang terdapat dalam suatu produk yang menyebabkan produk tersebut bernilai sesuai dengan maksud untuk apa produk tersebut diproduksi.
Adapun indikator yang dipilih dari kualitas produk adalah:
1. Rehability yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standart-standart yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Durability (daya tahan) yaitu berapa lama produk dapat terus dipergunakan.
3. Features yaitu karakteristik pelengkap atau tambahan.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian
Penelitian ini dilakukan pada PT. X Jl. Tambang Km. 7,3 No. 11
Waktu penelitian
Penelitian akan dilaksanakan selama 6 (enam) bulan terhitung mulai bulan Mei sampai Oktober 2008. Untuk terperinci dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :
Tabel Jadwal Penelitian
| No | Kegiatan Penelitian | Waktu Penelitian | Ket | |||||||||||||||||||||||
| Mei | Juni | Juli | Agustus | September | Oktober | |||||||||||||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 1 | Kunjungan Awal ke Perusahaan | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 1 Minggu |
| 2 | Pengajuan Judul | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 1 Minggu |
| 3 | Pra Riset | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 1 Minggu |
| 4 | Pembuatan Proposal | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 4 Minggu |
| 5 | Seminar Proposal | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 1 Minggu |
| 6 | Perbaikan Proposal | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 2 Minggu |
| 7 | Riset | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |
| 8 | Penyusunan Skripsi | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | 11 Minggu |
C. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian sedangkan sampel adalah sebahagian atau wakil populasi yang diteliti subjeknya kurang dari 100 maka diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika subjeknya besar maka 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih tergantung kemampuan penelitian.
Jika jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 145 orang yang berasal dari konsumen yang menyukai produk X yang ada didaerah Medan Timur dan Medan Barat, maka sampel dalam penelitian ini diambil 10%. Secara random (acak). Sehingga jumlah sampel atau responden yaitu : 145 x 10% = 14,5 orang dibulatkan menjadi 15 orang yang merupakan wakil dari populasi.
D. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :
1. Angket (questioner) yaitu : suatu daftar pertanyaan tentang topik tertentu yang diberikan kepada subjek baik secara individual atau secara kelompok untuk mendapatkan informasi tertentu.
2. Studi dokumentasi yaitu : memperoleh data dengan mempelajari dokumen-dokumen yang terdapat di perusahaan yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.
Skala Instrumen
Jenis skala instrumen yang digunakan jenis skala lihert adalah untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang, tentang fenomena sosial. Jawaban setiap instrumen pertanyaan memiliki gradasi sangat positif sampai sangat negatif. Umumnya skala lihert mengandung pilihan jawaban, sangat setuju, setuju, tidak ada pendapat netral, tidak setuju dan tidak sangat setuju. Skor yang diberikan adalah 5,4,3,2,1. Skala lihert dapat disusun dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan dan pilihan ganda tabel ceklis.
Jumlah opsi jawaban hanya 4 butir saja yaitu :
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Kurang Setuju
D. Sangat Tidak Setuju
Tabel Pengembangan Instrumen
| Instrumen Variabel | Indikator | Nomor Item Instrumen |
| Media Iklan | Jangkauan Frekuensi | |
| Kualitas Produk | Reliability Durability Features | |
| Perilaku Pembelian | Produk Pilihan Merek Pilihan | |
Validitas Instrumen
a. Validitas Isi (Content Validity)
Pengujian validitas ini tidak dilakukan dengan teknik statistik tetapi dengan cara menganalisis apakah isi item-item instrumen yang disusun memang benar-benar tepat dan rasional untuk mengukur variabel penelitian untuk mengikuti ketepatan dari rasionalitas instrumen.
b. Validitas konstruk (Construct Validity)
Setelah isi / item instrumen cukup tepat dan rasional. Instrumen disebarkan kepada kelompok responden, setelah instrumen dikembalikan, maka dapat dilakukan pengujian validitas konstruk untuk mengukur apakah instrumen yang disusun berdasarkan konstruk teoritis tersebut benar-benar maupun instrumen yang tepat untuk mengukur variabel penelitian. Teknik statistik yang dapat digunakan adalah korelasi.
![]()
Langkah-langkah pengujian validitas kontruk dengan korelasi adalah sebagai berikut :
1. Korelasikan skor (nilai-nilai suatu nomor angket / dengan skor / nilai total seluruh item)
2. Jika nilai korelasi (r) yang diperoleh adalah positif kemungkinan butir yang diuji tersebut adalah valid.
3. Namun walaupun positif, perlu pula nilai korelasi (r) tersebut dibandingkan dengan nilai r tabel, apabila nilai r ≥ r tabel, maka butir instrumen tersebut adalah valid sehingga tidak layak untuk dijadikan sebagai item di dalam instrumen penelitian.
Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas memiliki berbagai nama lain seperti kepercayaan, keterandalan, kestabilan, konsisten. Ide pokok dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Cara pengujian reliabilitas dapat menggunakan salah satu teknik misalnya spilt half, dengan cara berikut :
- Boleh instrumen menjadi 2 bagian (instrumen bernomor ganjil dan genap)
- Korelasikan nilai-nilai total ganjil dengan nilai-nilai total genap dengan alat uji korelasi produk moment.
- Masukkan nilai korelasi (r) yang diperoleh ke dalam rumus Spearman Brown.
- Ketentuannya, jika nilai koefisien reabilitas (Spearman Brown)
ri =
Maka instrumen memiliki reabilitas yang baik (Nunnaly dalam Ghuzali dan Castellan, 2005)
E. Teknik Analisa Data
Analisa data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Pengujian masalah deskriptif
Analisis data deskriptif adalah menguji secara mandiri kualitas masing-masing variabel penelitian yakni dampak media iklan dan kualitas produk terhadap perilaku pembelian. Teknik yang digunakan adalah tabel-tabel frekuensi guna melihat jawaban responden terhadap item-item instrument untuk masing-masing variabel.
2. Pengujian/jenis teknik analisis data asosiatif
Analisis data asosiatif digunakan agar dapat dilakukan pengujian hipotesis penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya teknik. Statistik yang digunakan adalah korelasi berganda yakni untuk menguji hubungan media iklan dan kualitas produk terhadap perilaku pembelian.
Rumus korelasi berganda adalah sebagai berikut:

(Sumber Sudjono, 1992, hal. 385)
Untuk menguji hipotesis yakni signifikan atau tidaknya hubungan ekspektasi pelanggan dan bauran pemasaran terhadap kepuasan pelanggan digunakan rumus:
Fh = ![]()
(Sumber Sudjono, 1992, hal 380)
Kriteria penerimaan/penolakan hipotesis adalah:
- Jika - f tabel < f hitung < tabel maka terima H0
- Jika nilai - f hitung > f tabel tarif hitung < - f tabel maka tolak H0
Saya senang belajar dengan bapak, karna bapak orangnya bijaksana, karna saya merasa bertanggung jawab atas tugas yang bapak berikan.
Tapi terkadang ada masalah dalam mengerjakan tugas yang bapak berikan, karena terlalu banyak, tetapi dari situlah saya bisa mendapatkan suatu ilmu yang berguna untuk masa depan saya.
DAFTAR PUSTAKA
Marthur and Smith (tahun 1997, hal. 263)
Engel (tahun 1954, hal. 4)
Lamb, Hair, Mc Daniel (tahun 2001, hal. 204)
Kotler (tahun 1972 hal 203)
Philip Kotler (tahun 1998, hal. 256)
Marthur and Smith (tahun 1997, hal. 263)
Thomas W. Zimmerer (tahun 2002, hal. 176)
Sudjono (tahun 1992, hal. 385)